Wednesday, September 9, 2009

The Indonesian Next Top Writer

Yups... I definetely believe it will be him, my future husband. He's the indonesian next top writer. I'm so proud of his writing skills.


Hehehe...Narsis bener yah saya ini. Tapi jujur, gw memang sangat kagum dengan kemampuan calon suami gw ini dalam menulis. Gayanya simpel dan ga berusaha untuk sama dengan penulis ini atau itu. Look at this example...

tempat ini gelap
dan hanya ada bau lembab

*****

“tak ada lagi yang mengingat persis tempat ini,
jikalau ada pasti akan segera mati..
tempat ini masih saja gelap,
bahkan aku tak ingat kapan aku terakhir aku melihat” pesan seekor burung bangkai

kau bisa beri nama tempat ini sesukamu
dan tak ada orang lain yang tau..ada yang salah dengan tempat ini
aku bisa melihatmu dengan jelas
“ini tempat yang gelap, bagaimana aku bisa melihatmu?”



Tulisan di atas termasuk salah satu kesukaanku. Ringan tapi maknanya cukup dalam. Tulisan itu dibuat ketika dia pertama kali kerja di Jakarta. Ya... Cowoku ini orang Jogja yg lebih dari 20 tahun menghabiskan waktu di kota yang mempertemukan kami itu.


Dia juga seringkali menyelipkan sisi romantismenya di tulisan-tulisannya. Tentunya bukan romantisme melo picisan yang penuh kata-kata gombal. Intinya, aku begitu mengaguminya...


Dan... Spesial untuk pernikahan kami nanti. Dia sudah mempersiapkan satu tulisan yang rencananya mau kami tampilkan di e-invitation. Mau tau? Nih...


Harinya Sudah Datang


Paginya sudah datang
Ia tak sempat kesiangan

Ada cahaya terang bersinar di depan


jalan panjang menanti
MenujuMu sepenuh hati
Delapan pagi berikrar sehati

Bersama menjadi kami

Harinya sudah datang
rencana Tuhan?
ikuti saja, tak perlu ditanyakan

Great, isn't it? Itu puisi terindah yang pernah aku terima. Ga tau kenapa, pas baca puisi itu, air mata gw langsung meleleh. Gw tiba-tiba aja keinget sama perjuangan kami dulu sebelum akhirnya bisa seperti sekarang ini. Ga mudah buat kami berdua untuk melewati semua. Sempat ada beberapa peristiwa yang membuat kami lupa artinya saling memiliki. Salah satunya ketika kami harus menjalani hubungan jarak jauh selama setahun karena aku harus meninggalkan Jogja.


Trimakasih sayang untuk semua puisi yang telah kita rangkai bersama dalam enam tahun terakhir. Semoga puisi-puisi indah akan terus menemani kita di perjalanan berikutnya. I love u…

6 comments:

  1. bim..sumpah puisi nya BAGUSSSSS bangeettttt...!! love it so much..
    bagus bagus bagus..!!!

    ReplyDelete
  2. hehehe...tengkyu din..Bisa ge-er deh tuh cowo gw..:) Alhamdulillah punya cowo cukup kreatif jadi ga perlu pusing2 mikirin printilan2 kaya gni,hihihi....

    ReplyDelete
  3. ... W.O.W... Such a lovely poems...
    merinding bacanya, hohohohowww :D

    ReplyDelete
  4. tengkyu2 nanda...duh tambah ge-er deh cowoku ituh..:)

    ReplyDelete
  5. ooooouuuuwwhhhh...so sweet banget sih Bmie!!!
    ternyata kalian pasangan yang romantis...ixixixiiii...

    ReplyDelete
  6. hahh??...apanya yang romantis ya?jadi malu..hehehe..thx aniwe ya bu..

    ReplyDelete