Thursday, May 7, 2009

Utak-atik Menu Catering

Setelah resmi dan mantap menggunakan PS dalam pernikahan nanti, kami mulai mengatur menu. Undangan yang akan kami sebar rencananya ada 400 undangan. Jumlah itu udah termasuk undangan berupa e-invitation. Jumlah undangan ini yang menjadi patokan dalam menentukan banyaknya porsi makanan yang akan kami siapkan.

Untuk buffet, porsi minimum ditetapkan sebanyak 70-80% dari total tamu (bukan undangan). ARtinya, kalo gw nyebar 400 undangan, perkiraan tamu yang datang bisa mencapai 800 tamu (400x2). Dengan menggunakan perhitungan tadi, diperoleh porsi minimum untuk buffet sebanyak 560-640 porsi.

Nah...Untuk acara kami nanti, porsi buffet ditetapkan sebanyak 600 porsi. Jumlah itu menurut PS relatif aman (insya Allah ga kurang). Menu yang kami pilih :

* Nasi putih
* Nasi goreng oriental
* Soup kimlo
* Ayam cah kacang mede
* Dendeng balado
* Gurame asem manis
* Fruit cocktail salad
* Kerupuk udang
* Aneka snack : kroket keju, pie buah, soes fla, opera cake, tart keju
* Aneka puding : cokelat, caramel, cocktail
* Aneka softdrink
* Air putih

Terus, untuk menu gubug perhitungannya beda lagi. Perhitungan di gubug ini yang harus mendapat perhatian lebih karena umumnya orang datang ke acara nikahan pasti ngincer menu yang ada di gubug. Menu buffet biasanya hanya menjadi pelengkap aja. Belum lagi, tiap orang biasanya mencicipi hampir semua menu yang ada di gubug. Kalo perhitungannya meleset, makanan yang tersedia bisa cepet habis. Duh..jangan sampe deh..

Perhitungan menu gubug beragam. Informasi lebih detil dapat dilihat di sini (numpang nge-link ya bu..). Setelah itung-itungan, akhirnya kami sepakat untuk menyiapkan 1600 porsi dalam gubug. Itu belum termasuk kambing guling (2 kambing), eskrim (200 porsi), dan jajanan pasar (3 tampah) yang merupakan bonus dari PS. Banyak kan bonusnya? :)

Menu gubug yang kami pilih :
* Empal gentong + nasi = 300 porsi (2 gubug)
* Sate ayam + lontong = 300 porsi (2 gubug)
* Dimsum = 400 porsi (2 gubug)
* Bakwan malang = 400 porsi (2 gubug)
* Aneka pasta = 200 porsi (1 gubug)
* Kambing guling = 2 ekor (1 gubug )

Bonus PS :
* Es krim = 200 porsi (1 gubug)
* Jajanan pasar = 3 tampah

Kenapa ada menu yang ditempatkan di dua gubug? Itu sebenarnya hanya taktik supaya orang ga laper mata dan nyoba semua menu yang ada. Kami memang sengaja mengurangi variasi menu dan lebih memilih menambah jumlah porsi. Kata mba Yuli dari PS, penempatan menu gubug seperti ini biasanya cukup sukses dalam mengatur perputaran makanan untuk para tamu. Kami meggunakan taktik ini bukan berarti pelit loh..Kami cuma ingin semua tamu yang diundang masih bisa menikmati hidangan yang kami siapkan walaupun dia datang terlambat.

Sementara menunya itu dulu. Mba Yuli bilang kalo mau ganti masih bisa. Pihak PS masih menerima pergantian menu sampe 2 minggu sblm acara. Selesai dengan menu, kami langsung DP deh..Selesai lagi satu urusan..

No comments:

Post a Comment